Berpikir Positif
::::::Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup
sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.:::::::
MUNGKIN kita sering membaca dan mendengar kata2 tersebut TAPI SEJAUH mana kita memahaminya????
MARILAH KITA BELAJAR BERSAMA UNTUK MEMBUKA HATI
Seberat apapun beban hidup kita hari ini …
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi…
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani..
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai..
Sejenuh apapun hari hari kita lalui…
Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Illahi ..
Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi
Karena harapan adalah masa depan
Karena harapan adalah sumber kekuatan
Karena doa adalah pintu kebaikan
Karena doa adalah senjata orang beriman.
Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini, jenuh dan membosankan.
Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. Hari hari yang kita lalui hampa tiada arti.
Kegagalan kita temui disana sini. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. Beban hidup tarasa berat menjerat.
Bagi mereka yang tidak punya iman, mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan.
Hidup ini hanya sekali, terlalu indah untuk kita buat sia sia, karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia sia.Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi.
Betapa indahnya hidup ini bila hari hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan.Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan, kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan.
Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. Bila ia terletak di tanah basah, suatu saat ia akan berkarat, tidak memiliki guna, terinjak, bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. Tapi bila kita bisa menempatkannya ditempat yang tepat, kita tancapkan pada sebuah dinding, walaupun ia berkarat, paku itu berguna bagi manusia. Sebagai penyangga, tempat gantungan, atau sebagai penyatu berbagai benda.
Begitu pula kehidupan manusia. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita, tidak sadar siapa diri kita, tidak tahu untuk apa kita di dunia, kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta lunta. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada, selalu memandang negatif setiap peristiwa, membiarkan diri berlumur dosa, bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta, kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui.
Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang orang beriman.
Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang.Lihat,
apakah kita sudah tepat menempatkan diri.
Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah.
Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia.
Walaupun kecil, tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri
Banyak orang keluar masuk dalam hidup kita.
Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas keras.
Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati.
Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada.
Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan manik manik
pembentuk mosaik catatan sejarah.
Gambaran itu sebenarnya telah terbentuk, hanya saja tak pernah selesai.
Atau kita salah lihat, sehingga seringkali tak bisa dinikmati keindahan karyanya.
>>>JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN ORANG LAIN
Ambillah waktu sejenak untuk mengenang mereka yang pernah hadir dalam hidup
anda. Kenanglah seluruh kebaikan mereka serta kebaikan yang mungkin tersembunyi di balik tabir kekecewaan.
Mereka adalah orangtua dan guru, sanak dan kerabat, teman serta sahabat.
Juga tiada salahnya mengenang mereka yang pernah anda anggap musuh dan pengkhianat.
Atau yang tak pernah anda tahu nama dan wajahnya.
Bagaimana pun mereka telah turut memahat pribadi anda;
menyapukan tinta pada lukisan hidup anda; menyiangi tanaman jiwa anda.
Kenanglah dalam genangan cinta yang tak bertepi. Hanya dalam tatapan
cintalah anda bisa memandang indahnya kehidupan ini. Karena tiada secuilpun
hidup yang perlu disesali, maka hanya cinta dan kasih sayanglah jawabannya.
Bagi anda yang mau Nge TAG silahkan yach,klu perlu bantuan bisa add admin nya .
Sumber Source : Page “MOTIVASI DAN MOTIVATOR”
Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Ujian Kesabaran
Suatu hari, Tiong berpapasan dengan Nashruddin beserta kambingnya. Tiong bertanya dengan takjub
Tiong : “Pak, boleh nanya ga nih?”
Nashruddin: “Boleh”
Tiong : “Kambing2 bapak sehat sekali di kasih makan apa?”
Nashruddin : “Yg mana dulu nih? Kambing hitam atau yg putih?”
Tiong : “Mmmm …yg hitam dulu deh”
Nashruddin : “Kalo yg hitam makannya rumput gajah”
Tiong : “Kalo yang putih?”
Nashruddin : “Yg putih juga…”
Tiong : “Oh gt, trs kambing2 ini kuat jalan brp kilo pak?”
Nashruddin : “Yg mana dulu nih? yg hitam atau yg putih?”
Tiong : “Yang hitam dulu deh….”
Nashruddin : “Kalo yang hitam 4 km sehari”
Tiong : “Kalo yang putih?”
Nashruddin : “Yang putih juga…”
Si Tiong mulai gondok….
Tiong : “Kambing ini menghasilkan banyak bulu ga pak pertahunnya? ”
Nashruddin : “Yg mana dulu nih? Yg hitam atau yg putih?”
Tiong : “(dengan kesalnya) Yang hitam dulu !!”
Nashruddin : “Yg hitam banyak…10 kg/th”
Tiong : “Kalo yang putih…?”
Nashruddin : “Yg putih juga”
Tiong : “BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI, KALO JAWABANNYA SAMA??????”
Nashruddin : “Begini dik, soalnya yg hitam itu punya saya….”
Tiong : “Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi. Lalu kalo yang putih?”
Nashruddin : “Yg putih juga…..
taken from www.aaezha.com
Wanita terbaik menurut ilmu matematika
Al Khawarizmi, seorang ahli Matematik Islam ditanya tentang wanita terbaik.
Dia menjawab :
Jika wanita solehah dan beragama = 1
Jika dia cantik, tambah 0 kepada 1 = 10
Jika dia kaya, tambah lagi 0 = 100
Dan jika dia dari keluarga baik-baik, tambah lagi 0 = 1000
Tetapi jika yang ’1? tiada…
Maka, tiada apa yang tersisa pada wanita tersebut kecuali sekelompok ‘0’.
*copas
Wah, i want to be 1000, 10000, 100000 kalo bisa.
^_^
asal jangan ’0,0′ nya aja.
Bismillah…
Motivasi Islam
Bismillah…
Dengan menyebut nama Allah yang nyawaku dalam genggaman-Nya.
Langsung saja ya saudara-saudaraku….
Hak seorang muslim kepada muslim yang lain ada enam :
Jika bertemu maka ucapkanlah salam. Jika tidak terlihat, maka cari tahulah. Jika sakit, maka jenguklah. Jika mengundang, maka penuhilah. Jika bersin dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’, jawablah dengan mengucapkan ‘ Yarhamukallah’. Dan jika meninggal, maka antarkanlah (ke pemakaman)
Pemburu syurga tidak akan berhenti pada tahap mimpi. Ada asa yang harus diwujudkan, ada pengorbanan yang harus dikeluarkan, ada amal dan karya nyata yang harus dipersembahkan.
Ketika wajah penat memikirkan problematika dunia, maka berwudhulah. Ketika tangan letih menggapai cita, maka tengadahkanlah untuk berdoa. Ketika pundak ini tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah.
Jika kau rasakan beratnya kaki menapak, dan letihnya bersabar karena menunaikan urusan pribadi dan ummat, itulah indikasi dari sebuah pertanyaan ‘mengapa perjuangan itu pahit?’. ‘Karena syurga itu manis’.
Dalam kesakitan, teruji kesabaran. Dalam perjuangan, teruji keikhlasan. Dalam ukhuwah teruji ketulusan. Dan dalam tawakkal, teruji keyakinan.
Lelah fisik obatnya istirahat. Lelah hati obatnya dzikrullah dan berhusnudzon. Lemah iman maka carilah majelis iman. Lemah ukhuwah, maka silaturahimlah.
Jangan pernah meminta Allah untuk meringankan bebanmu, tapi mintalah Allah untuk menguatkan tulang punggung kita. Berikan semua yang dapat kita berikan untuk Allah dan Islam.
Harta yang paling berharga adalah sabar.
Teman yang paling akrab adalah amal.
Bahasa yang paling manis adalah senyum.
Ibadah yang paling indah adalah ikhlas.
Hal yang paling dekat adalah maut.
Hal yang paling berat adalah amanah.
Hal yang paling besar adalah nafsu.
Hal yang paling ringan adalah meninggalkan shalat.
Hal yang paling tajam adalah lidah.
Sesungguhnya para pejuang tidak akan pernah merugi dan tidak mengenal kata henti. Tiap peluhnya akan menjadi mutiara. Air matanya akan menjadi cahaya. Lelahnya sebagai penebus dosa dan gugurnya bernilai ibadah.
Sebuah pemikiran dapat diwujudkan jika tersedia keyakinan kuat pada diri, keikhlasan dalam berjuang di jalan-Nya.Gelora semangat yang selalu bertambah, serta kesiapan beramal dan berkorban dalam mewujudkannya.
Sahabat sejati lahir dari kebersamaan, tumbuh dengan kejujuran, berjalan dengan kepercayaan, dewasa tanpa keegoisan, matang lewat pengorbanan dan pergi membawa kenangan.
Dunia ini indah dan bermakna karena ada ukhuwah yang saling memberi tanpa batas. Ada sapa dalam duka, ada doa dalam ketakutan, ada maaf dalam khilaf, ada semangat dalam keterpurukan, ada cinta dan kasih sayang dalam penderitaan, dan ada nasihat dalam perbaikan diri.
Ukhuwah ibarat satu janji yang dibuat dalam hati. tak dapat ditulis dan tak dapat dibaca. Namun takkan terpisahkan oleh jarak dan takkan berubah oleh waktu. Sedetik di mata namun selamanya di jiwa.
Kawanmu yang sejati adalah yang berkata kebenaran kepadamu, bukan membenarkan setiap perkataanmu.
Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan di bibir. Tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.
Ukhuwah itu penuh makna yang mengalir dalam nadi seorang pejuang. Ia tidak seperti air minum yang hanya setia dikala dahaga, dan tidak seperti bayangan yang hanya setia selama 12 jam. Tapi ukhuwah itu setia setiap saat. Walau mata tak dapat memandang, namun doa yang selalu dipanjatkan untuk keistiqomahan saudaranya.
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti. Petunjuk jalan ketika engkau tersesat. Membiaskan senyuman ketika engkau berduka. Memapah ketika engkau hampir tergelincir. Dan memberi bulir-bulir doa walau tanpa diminta dan diketahui.
Ukhuwah isn’t what you get, but what you give.
Not how to listen, but how to understand.
Not what you see, but how you feel.
Not how you let go, but how you hold on.
not ends but FOREVER.
Sahabat bukan matematika yang dapat dihitung nilainya
Bukan ekonomi yang mengharapkan materi
Bukan pula PPKN yang dituntut oleh undang-undang,
Tapi sahabat itu adalah sejarah yang dapat dikenang sepanjang masa.
Seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata dan bukan pula yang senantiasa disisi kita. Tapi dia yang setia dan mengingat kita dalam lantunan doanya.
Indahnya dunia hanya sementara. Indahnya busana tak selamanya menjadi gaya. Indahnya wajah bila tua akan berubah. Tapi indahnya ukhuwah akan abadi selamanya
Ketahuilah bahwa dien ini hanya tegak diatas pundak orang-orang yang memiliki azam yang kuat. Ia tidak tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura (tidak akan pernah). Perubahan itu membutuhkan komitmen dan keteladanan diri.
Barang siapa yang berinisiatif mengerjakan amal kebaikan lalu diikuti oleh orang lain maka baginya pahala atas perbuatannya itu dan pahala dari orang yang mengerjakan setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (H. R. Bukhori)
Sesungguhnya yang dikehendaki Islam adalah sebagian besar waktumu, hampir seluruh hartamu, dan segarnya masa mudamu. Islam menginginkan semua yang terbaik, termulia dan teragung darimu.
Sesungguhnya pahlawan sejati adalah mereka yang mengukir sejarah umat ini dengan dengan darah-darah mereka. Membangun kemuliaan dengan jasad-jasad mereka, dan membangun benteng-benteng dengan tulang belulang mereka.
Hidup ini adalah keyakinan dan perjuangan (Ahmad Syauqi).
Dan perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu syurga. (Imam Ahmad bin Hambal)
*Repost…
Semoga bermanfaat…
Gratis Wi-Fi Publik di Taipei
Untuk sahabat-sahabat yang berada di Taipei, bolehlah bersenang hati, apalagi yang hobi browsing, karena sekarang tersedia sarana wi-fi gratis. Pemerintah kota Taipei baru saja menyelesaikan tahap awal pendirian sarana wi-fi untuk umum pertama di Taiwan.
Koneksi internet nirkabel gratis itu dapat dimanfaatkan di seluruh Taipei, meski masih terbatas di tempat umum saja, seperti di stasiun MRT, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah sakit dan perpustakaan. Sarana ini juga dapat digunakan di sekitar 800 bus di jalanan. Jaringan akan diperluas ke jalan-jalan utama dan jalna kelas di bawahnya higga akhirnya bus kota dan pemukiman sekitarnya akan bisa menikmati layanan ini.
Untuk bisa menggunakan sarana ini, warga hanya perlu mendaftarkan nomor ponsel mereka ke situs Taipei Free Public Wi-Fi. Sedangkan untuk turis, dapat mendaftar dengan memasukkan nomor paspor. Untuk mengakses layanan ini, Anda harus mendaftar untuk sebuah account di web TPE-Free.
Untuk bisa menikmati layanan ini, kalian harus punya perangkat yang dilengkapi dengan fasilitas wi-fi, baik ponsel, PDA, notebook atau netbook. Nyalakan fungsi wi-fi pada perangkat kalian, kemudian lakukan pencarian sinyal wifi, hingga ketemu sinyal wi-fi dengan nama TPE-Free, lalu sambungkan. setelah berhasil tersambung, kalian otomatis akan masuk ke web TPE Free www.tpe-free.taipei.gov.tw, pilih Bahasa English untuk lebih mudah memahami halaman ini. Di bagian bawah situs ini juga menyediakan petunjuk bermanfaat tentang cara mengakses jaringan.
setelah berhasil terhubung, lakukan pendaftaran akun. langkah-langkahnya sebagai beriku ini :
1. klik FREE REGISTRATION
2. Isikan nomor ponsel kalian pada kolom isian. Jangan lupa masukkan kode yang muncul di kolom kode. Centang kotak yang ada, lalu klik NEXT
3. Kalian akan menerima kode aktivasi melalui sms, lalu salin kode aktivasinya di kolom aktivasi, kemudian klik NEXT.
4. Atur akun dan sandi, seleai deh. Kini kalian sudah bisa memanfaatkan layanan wi-fi publik gratis dari Pemerintah Kota Taipei.
Saya sudah mencobanya, dan berhasil! senangnya,
Perlu di ingat, jangan berharap bisa menggunakan sarana ini untuk bebas mengunduh film atau musik yang ukurannya besar, karena layanan wi-fi gratis ini hanya ber-bandwith 512 kbps, tapi lebih dari cukup untuk browsing ataupun berlama-lama di akun jejaring sosial kalian.
Selamat mencoba dan selamat menikmati.
Teruntuk Ukhti Fillah…
Sobat muslimah…
Sukakah jika kalian dikatakan sebagai ‘sang penggoda’?
tentu jawabannya ‘TIDAK!’, bukan?
Tapi mengapa, kenyataan seolah berbicara lain. Pakaian full pressed body sudah menjadi trend dimana-mana, bukan hanya di kalangan seleb, tapi juga sudah merambah sampai ke pelosok-pelosok desa.
Cara berbusana, berpakaian, bahkan bersikap seolah-olah mengatakan, ‘hai adam, godain kita, dong’
Sobat muslimah, sungguh kita terlahir sebagai makhluk mulia. Bahkan saking muliannya, nama kita diabadika dalam salah satu nama surah dalam ALquran.
Haruskah kita sendiri yang merobohkan kemuliaan itu?
*Sebuah pesan dari note SO JOSH (Jomblo Sampai Halal) di fb.
Mentarbiyah Cinta
Bismillahirrahmanirrahiim…
Sebuah renungan untukku, dan untuk saudara-saudaraku seiman dan seakidah yang sedang menjalin cinta,
semoga bermanfaat,,,
Saudaraku, tahukah kalian bagaimana Islam mentarbiyah kita supaya pandai menempatkan cinta sebagaimana sepatutnya dalam sebuah hubungan yang belum halal?, marilah kita berpikir tentang keburukan-keburukan dari cinta yang keluar dari batasan-batasan syar’i dan melampaui batas. Diantara keburukan itu adalah hilangnya akhlak mulia dan terpuji, serta rusaknya kehormatan si pelaku.
Relakah kita jika ada seorang wanita yang baik direnggut kesuciannya oleh setiap lelaki atas nama cinta?. Akankah kita rela sekiranya anak-anak kita mengetahui bahwa masa muda ibunya dilalui dengan berseronok bersama lelaki lain atas nama cinta?
Wahai saudaraku, tidak malukah kita sekiranya anak-anak kita mengetahui bahwa kita hanya mencintai seseorang sesuai dengan selera dan keinginan nafsu kita semata?
Kita harus menentukan batasan dan tujuan dari perasaan cinta ini.
Apabila perasaan cinta hanyalah untuk sekedar suka-suka tanpa adanya niat khitbah(lamaran) dan juga pernikahan, ketahuilah, bahwa sesungguhnya kita telah melewati jalan yang menyimpang dan itu adalah jalannya orang-oang yang sesat lagi merugi. Naudzubillah…
Dan jika kita saling mencintai untuk mewujudkan sebuah rumah tangga, kita harus menentukan jalur dan rancangan rumah tangga tersebut. Apakah ia sesuai dengan konsep dan tuntunan Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW?, atau ia berada di atas jalan pimpinan syaitan dan tentara pengikutnya?
Mungkinkah terwujud sebuah rumah tangga yang dapat memperoleh kecintaan Allah dan Rasulnya jika kita membangunnya dengan tiang dosa dan maksiat kepada-Nya?
Atau kita hanya membangun sebuah rumah tangga yang rapuh laksana sarang laba-laba, rumah tangga yang tidak akan dicintai Allah dan Rasul-Nya, dimana didalamnya syaitan ikut makan, minum, tidur, menari dan bergembira sepuasnya. Astaghfirullah…
Allah telah menurunkan petunjuk-Nya tentang pernikahan yang sesuai syariat, sebagai sarana bertemunya sepasang kekasih. Apakah kita akan tunduk pada-Nya atau mengabaikan-Nya?
Semoga keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, terbina atas jalinan cinta yang halal.
Amiin.
Minal ‘aidin Wal Faizin BUKAN BERARTI Mohon Maaf Lahir Batin
Assalamualaikum wr. wb
Tahukah Anda? jika ternyata Minal ‘aidin Wal Faizin BUKAN BERARTI Mohon Maaf Lahir Batin?
Benarkah?
Standar ucapan selamat lebaran atau Idul Fitri adalah:
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqobalallahu minnaa wa minkum [ "Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian"]
Shiyamanaa wa shiyamakum ["semoga juga puasaku dan kalian diterima."]
ja’alanallaahu ["semoga Allah menjadikan kita"]
Minal ‘aidin wal faizin ["(semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)"]
Mohon maaf zahir dan batin
Ucapan ini:
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri.
Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Tapi, benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama?.
Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat,…
“Taqobalallaahu minnaa wa minkum”, di antara mereka.
Arti kalimat ini adalah “Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian” Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan.
Para sahabat juga biasa menambahkan:
“shiyamana wa shiyamakum,”— “semoga juga puasaku dan kalian diterima.”
Jadi kalimat yang ke dua dari ucapan selamat lebaran di atas memang biasa digunakan sejak jaman para Sahabat Nabi hingga sekarang.
Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin?
Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )
Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri.
‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun.
Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh.
Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian).
Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita).
Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah).
Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.
Moment idul fitri ini juga dimanfaatkan untuk saling memaafkan atas keslaahan yang telah diperbuat sepanjang tahun ini kepada sanak-saudara, teman jalan, teman-teman sekantor, ataupun bersama kolega bisnis.
Akan tetapi ada hal yang janggal, tapi mungkin menjadi sesuatu yang lumlah bagi masyarakat jamak. Yakni pemaknaan dan Penulisan “Minal ‘Aidin wal Faizin” yang tidak dimengerti maksud ataupun tujuan pengucapan kata-kata itu.
Kesalahan Penulisan
Pertama, kesalahan penulisan pada kata “Minal ‘Aidin wal Faizin” yang kadang ditulis seperti beberapa contoh dibawah ini,
1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar
2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan indonesia
3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf “dzal” dalam abjad arab
4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”
5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”, seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”
Mengapa hal ini perlu diperhatikan?
Karena kesalahan penulisan abjad juga berarti makna yang salah.
Seperti dalam bahasa inggris, antara Look dan Lock beda makna padahal hanya salah satu huruf, bukan?
Kesalahan Pemahaman Makna
Kedua, kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” acapkali didengar atau ditulis di media massa, di film, sinetron, acara halal-bihalal, atau ketika kita bertemu teman atau sudara. Akan tetapi banyak yang menyangka bahwa arti kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah “Mohon Maaf Lahir Dan Batin” seperti yang sering kita dengar. Padahal sama sekali bukan.
Kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah penggalan sebuah doa dari doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yakni :
“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin” yang artinya “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.
Sehingga arti sesungguhnya dari “Minal Aidin wal Faizin” adalah “Semoga kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.
Demikian sedikit penjelasan semoga berguna bagi kita semua. Mari kita membiasakan kebenaran bukannya membenarkan kebiasaan..
Fastabiqul Khairot
Wallahu a’lam.
sumber : *Al-Habib
Share for
Harmoni Cinta Inspirasi Jiwa
Oase Jiwa (Setetes Embun di Padang Pasir)
Sedekah yang salah alamat
Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,
“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.
“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’
“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.
“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’
Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.
Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha¬nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!’
Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”
(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi ‘Usmani)
Cinta…lagi-lagi cinta (boleh kok… :)
Apa definisi cinta menurutmu?Ada banyak definisi tentang cinta, begitu pula syair cinta, baik yang ditulis oleh para Filsuf, Pujangga, Sastrawan maupun Alim Ulama. Tetapi memaknai cinta pada hakikatnya adalah cinta kepada Yang Maha Pemilik cinta.
Mungkin kamu juga punya definisi cinta tersendiri. karena tidak ada yang baku dalam mengartikan cinta.
Cinta merupakan satu fitrah yang ada di dalam hati setiap manusia. Cinta, wujud dari satu perasaan yang halus. Cinta mewujudkan perasaan kasih sayang dan belas kasih sesama manusia dan makhluk di dunia ini. Tanpa perasaan cinta, seseorang akan merasa kekosongan di dalam jiwanya.
Ngomongin cinta, ga bakalan ada habisnya ya…mulai kanak-kanak, remaja, dewasa, sampe’ kakek-nenek semuanya pada ngomongin cinta, begitu dahsyatnyakah cinta???
Dalam Islam, cinta memiliki tingkatan keutamaan tersendiri. Islam meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehidupan manusia yaitu cinta kepada Allah. Selanjutnya cinta kepada Rasulullah s.a.w. dan Para Anbiya´, dan yang terakhir cinta sesama mukmin.
Lalu, seberapa dahsyatkah kekuatan cinta?
Cinta bisa membuatmu terkenal di bumi sampai ke langit, dengan catatan,” cintailah Allah sampai Dia mencintaimu”
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini.” (HR. Bukhari)
Dahsyat ya!
Siapa sih yang ga pengen dicintai Allah sampe’ segitunya?
Semua pasti pengen kann?
Terus, gimana agar Allah mencintai kita?
Allah telah menerangkan dengan sangat jelas:
“Tidak seorang pun hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai, melainkan dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya“
Yap! bener banget, Allah nggak menuntut apa-apa dari kita selain melakukan apa-apa yang Ia wajibkan untuk kita.
Yaudah deh, selamat menjalankan kewajiban. Semoga Allah mencintaiku, mencintaimu, mencintai kita semuanya.
Amiiin
^_^


